Ebiet G. Ade - Cita Cita Kecil Si Anak Desa

Kunci Gitar Ebiet G. Ade - Cita Cita Kecil Si Anak Desa Chord Pintar

 0
       
*Intro: C  F  C 
C F G
C F C
F G C
F G
Aku pernah punya cita-cita
C
Hidup jadi petani kecil
F
Tinggal di rumah desa
G C
Dengan sawah di sekelilingku
C F
Luas kebunku sehalaman
G C
Kan kutanami buah dan sayuran
F                 G
Dan di kandang belakang rumah kupelihara
F G C
Bermacam-macam piaraan
F G
Aku pasti akan hidup tenang jauh dari bising kota
C
Yang kering dan kejam
F
Aku akan turun berkebun
G                           C
Mengerjakan sawah ladangku sendiri
C F
Dan menuai padi yang kuning bernas
G C
Dengan istri dan anakku
F G
Memang cita-citaku sederhana
F G C
Sebab aku terlahir dari desa
Em         F G C
Istriku harus cantik lincah dan gesit
Am G F G C
Tapi ia juga harus cerdik dan pintar
C                 F G C
Siapa tahu nanti aku kan terpilih jadi kepala desa
F                 G
Kan kubangkitkan semangat rakyatku
C
Dan kubangun desaku
*Intro: C F C
C F G
C F C
F G C
Em             F G C
Desaku pun pasti mengharap aku pulang
Am G F   G C
Akupun rindu membasahi bumi dengan keringatku
C F   G C
Tapi semua itu hanyalah tergantung pada-Nya jua
F               G
Tapi aku merasa bangga
                C
Setidak-tidaknya ku punya cita-cita
F               G
Tapi aku merasa bangga
                C
Setidak-tidaknya ku punya cita-cita
*Outro: G Em F G C
G Em F G C





Tentang Lagu "Cita-Cita Kecil Si Anak Desa"

Judul : Cita-Cita Kecil Si Anak Desa
Penyanyi : Ebiet G. Ade
Pencipta : Ebiet G. Ade
Genre : Pop Balada / Folk
Tahun Rilis : 1980-an

"Cita-Cita Kecil Si Anak Desa" merupakan salah satu karya reflektif yang menggambarkan kesederhanaan mimpi seorang anak dari lingkungan pedesaan. Lagu ini menghadirkan sudut pandang yang lembut dan humanis, sebuah ciri yang konsisten dalam perjalanan musikal Ebiet. Melalui lirik yang puitis namun mudah dipahami, lagu ini mengangkat tema harapan, perjuangan, dan ketulusan cita-cita di tengah keterbatasan.

Lagu ini ditulis sendiri oleh Ebiet G. Ade pada masa produktifnya di era 1980-an, periode ketika ia banyak menyoroti isu sosial dan kemanusiaan dalam karyanya. Inspirasi lagu ini diyakini lahir dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat desa, tempat di mana kesederhanaan justru melahirkan kekuatan dan keteguhan hati. Ebiet dikenal sering melakukan perjalanan ke berbagai daerah, menyerap cerita-cerita kecil dari kehidupan nyata yang kemudian ia olah menjadi puisi bernada musik.

Proses kreatif lagu ini berangkat dari empati terhadap anak-anak desa yang memiliki mimpi besar meski hidup dalam keterbatasan fasilitas dan kesempatan. Ebiet tidak menuliskannya dengan nada keluhan, melainkan dengan harapan dan optimisme. Ia menghadirkan gambaran seorang anak yang memandang masa depan dengan keyakinan, meskipun jalannya tidak mudah. Pendekatan ini membuat lagu terasa hangat dan menyentuh tanpa kehilangan semangat.

Dari sisi musikal, aransemen lagu ini mengusung gaya folk balada yang menjadi ciri khas Ebiet G. Ade. Gitar akustik menjadi instrumen utama yang membangun fondasi harmoni, disertai sentuhan keyboard dan string yang lembut. Aransemen disusun secara sederhana agar lirik tetap menjadi pusat perhatian. Pendekatan minimalis ini memperkuat pesan tentang kesederhanaan hidup yang justru menyimpan kekuatan besar.

Struktur komposisi dibangun secara bertahap. Intro dibuka dengan petikan gitar yang tenang, menciptakan suasana pedesaan yang damai. Bait-bait awal menggambarkan kehidupan sehari-hari sang anak desa, sementara bagian reff menghadirkan puncak emosional berupa harapan dan tekad untuk meraih mimpi. Peralihan antarbagian terasa halus, mencerminkan kematangan dalam penyusunan lagu.

Vokal Ebiet G. Ade memainkan peran penting dalam menyampaikan pesan lagu ini. Dengan karakter suara yang lembut dan penuh penghayatan, ia menuturkan kisah tersebut seolah sedang bercerita secara langsung kepada pendengar. Ia tidak menonjolkan teknik vokal yang kompleks, melainkan menekankan pada kejujuran ekspresi. Hal ini membuat lagu terasa personal dan dekat dengan hati.

Nuansa produksi lagu ini mencerminkan karakter rekaman era 1980-an yang hangat dan natural. Pendekatan analog yang digunakan pada masa itu menghasilkan warna suara yang bersih dan tidak berlebihan. Atmosfer yang tercipta terasa sederhana namun mendalam, selaras dengan tema tentang cita-cita yang lahir dari kehidupan desa.

Secara makna, “Cita-Cita Kecil Si Anak Desa” mengajarkan bahwa mimpi tidak ditentukan oleh latar belakang atau kondisi ekonomi. Lagu ini menyampaikan pesan bahwa setiap anak, di mana pun ia dilahirkan, berhak memiliki harapan dan masa depan yang cerah. Kesederhanaan bukanlah penghalang, melainkan fondasi yang membentuk keteguhan dan karakter.

Bagi banyak pendengar, lagu ini menjadi pengingat akan masa kecil dan pentingnya menjaga mimpi. Lagu ini juga sering dimaknai sebagai bentuk apresiasi terhadap kehidupan desa yang penuh nilai kebersamaan dan kerja keras. Dalam konteks yang lebih luas, karya ini memperlihatkan kepedulian Ebiet terhadap isu sosial dan pendidikan.

Dalam perjalanan kariernya, lagu ini turut memperkuat identitas Ebiet G. Ade sebagai musisi yang tidak hanya menulis tentang cinta, tetapi juga tentang kehidupan dan harapan masyarakat kecil. Dengan perpaduan lirik puitis, aransemen sederhana, serta vokal yang penuh perasaan, “Cita-Cita Kecil Si Anak Desa” tetap relevan dan menyentuh lintas generasi.

Secara keseluruhan, lagu ini merupakan representasi kuat dari kepekaan sosial dan kedalaman refleksi Ebiet G. Ade. Ia berhasil mengangkat kisah sederhana menjadi karya yang sarat makna, menghadirkan pesan bahwa mimpi sekecil apa pun layak diperjuangkan dengan keyakinan dan ketulusan hati.