Ebiet G. Ade - Zaman

Kunci Gitar Ebiet G. Ade - Zaman Chord Pintar

 0
       
*Intro: G  A  D  A  G 
Bm G A D G A D
D   G D
Lelaki yang tersuruk di ketiak angin
Bm F#m   G A
Langkahnya terhambat gamang dan serba canggung
G A Bm G A D
Gugup terbata-bata hilang percaya diri
A G D A     G-A
Meski bersikeras tegak nampak tak ada daya

D     G D
Wajahnya yang tampan bahkan terlalu manis
Bm F#m G A
Ditambahi polesan lengkaplah kegagalan
G A Bm   G A D
Jalan lenggang gemulai enteng seperti kapas
A G D A D
Tak tercermin sikap jantan sebagaimana kodratnya lelaki

A
Ia bersembunyi
G D
Menyimpan tangis yang tak kuasa dibendung
A        
Ia jatuh cinta
        G D
Namun keburu sadar itu tak wajar
F# Bm
Tanda tanya bergolak
F# Bm
Di dalam fikirannya
G D
Berdosakah..
Em D
Sedang ia pun tak menghendaki
G D A
Siapa gerangan yang dapat membantu
D-G D-G
Menjawabnya...
*Intro: F#m D F#m D
D              G D
Perempuan dongak di atas angin
Bm F#m   G A
Kepalanya bengkak penuh mimpi kekerasan
G A Bm   G A D
Tubuh sintal dan tegap menampilkan kejantanan
F#m G   D A G-A
Tak tercermin sikap lembut sebagaimana kodratnya

D         G D
Rambutnya yang kasar kotor berdebu
Bm F#m   G A
Dihisapnya cerutu bibir retak terbakar
G A Bm   G A D
langkah dihentak-hentak galak seperti singa
F#m G   D A D
Ia ingin tampil lengkap sebagaimana layaknya lelaki
A
Aku punya gagasan
              G D
Untuk mempertemukan mereka berdua
A
Agar saling isi
G D
Dengan cerita derita duka lara
F# Bm   F# Bm
Barangkali nanti tumbuh naluri sejati
G D Em D
Dan kembali seperti sediakala
G D         A
Semua jawabnya hanyalah Tuhan
D G A
Yang mengerti..
G             A
Sekali lagi jawabnya hanya Tuhan
D
Yang mengerti





Tentang Lagu "Zaman"

Judul : Zaman
Penyanyi : Ebiet G. Ade
Pencipta : Ebiet G. Ade
Genre : Pop Balada / Folk
Tahun Rilis : 1980-an

"Zaman" merupakan salah satu lagu reflektif yang menampilkan kekuatan lirik dan kedalaman perenungan khas Ebiet G. Ade. Lagu ini berbicara tentang perubahan waktu, dinamika kehidupan, serta nilai-nilai kemanusiaan yang sering kali tergerus oleh perkembangan zaman. Dengan pendekatan yang tenang dan puitis, lagu ini mengajak pendengar untuk tidak sekadar mengikuti arus perubahan, tetapi juga memahami maknanya.

Lagu ini ditulis pada periode produktif Ebiet G. Ade di era 1980-an, masa ketika ia banyak menciptakan karya bertema sosial, kemanusiaan, dan refleksi batin. Dalam proses kreatifnya, Ebiet dikenal sebagai penulis lagu yang mengandalkan kepekaan terhadap realitas sekitar. “Zaman” terasa lahir dari pengamatan mendalam terhadap perubahan sosial yang terjadi, sekaligus dari kegelisahan batin melihat nilai-nilai yang perlahan bergeser.

Inspirasi utama lagu ini berangkat dari kesadaran bahwa waktu terus bergerak dan membawa perubahan yang tak terhindarkan. Ebiet tidak menolak perubahan, tetapi mengingatkan agar manusia tetap menjaga nurani dan empati. Lagu ini bukan kritik yang keras, melainkan ajakan lembut untuk merenung dan menilai kembali arah kehidupan.

Dari sisi musikal, aransemen lagu ini mengusung gaya pop balada dengan sentuhan folk yang menjadi identitas kuat Ebiet G. Ade. Petikan gitar akustik menjadi fondasi utama, menghadirkan suasana hangat dan kontemplatif. Sentuhan keyboard dan string ditambahkan secara halus untuk memperkuat atmosfer reflektif, terutama pada bagian reff yang menjadi titik penegasan pesan lagu.

Struktur komposisi dibangun secara bertahap. Intro yang sederhana membuka ruang perenungan, diikuti bait pertama yang mengalir lembut dengan narasi tentang perubahan zaman. Pada bagian reff, dinamika meningkat secara halus tanpa kehilangan karakter intimnya. Transisi antarbagian terasa natural dan tidak berlebihan, mencerminkan kematangan musikal dalam penyusunan komposisi.

Vokal Ebiet G. Ade menjadi elemen sentral dalam lagu ini. Dengan karakter suara yang lembut dan penuh penghayatan, ia menyampaikan lirik dengan artikulasi jelas serta emosi yang terkontrol. Tidak ada eksplorasi vokal yang dramatis; kekuatan utamanya terletak pada kejujuran ekspresi. Pendengar dapat merasakan kegelisahan sekaligus harapan yang tersirat dalam setiap bait.

Nuansa produksi lagu ini mencerminkan karakter rekaman era 1980-an yang hangat dan natural. Pendekatan analog menghasilkan warna suara yang bersih tanpa efek berlebihan. Atmosfer yang tercipta terasa intim dan reflektif, selaras dengan tema lagu yang mengajak pendengar berdialog dengan diri sendiri.

Secara makna, “Zaman” menyampaikan pesan bahwa perubahan tidak selalu membawa kemajuan jika nilai-nilai kemanusiaan diabaikan. Lagu ini mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran, empati, dan kepedulian sosial. Dalam setiap perkembangan teknologi dan gaya hidup, manusia tetap harus memegang prinsip moral sebagai kompas kehidupan.

Bagi para pendengar, lagu ini sering dimaknai sebagai pengingat untuk tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi. Kesederhanaan aransemen membuat fokus utama tetap pada pesan lirik, sehingga maknanya mudah diterima lintas generasi. Lagu ini terasa relevan tidak hanya pada masanya, tetapi juga pada konteks kehidupan saat ini.

Dalam perjalanan kariernya, lagu ini memperkuat identitas Ebiet G. Ade sebagai musisi balada dengan kedalaman pesan sosial. Ia berhasil memadukan puisi dan realitas menjadi karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga menggugah kesadaran. “Zaman” menjadi salah satu representasi kepedulian beliau terhadap perubahan masyarakat.

Secara keseluruhan, “Zaman” adalah lagu reflektif yang mengajak pendengar memahami arti perubahan dengan bijak. Dengan aransemen sederhana, produksi hangat, serta vokal penuh penghayatan, lagu ini tetap menjadi karya yang mencerminkan karakter khas Ebiet G. Ade dalam menyampaikan pesan kehidupan secara lembut namun mendalam.