Ebiet G. Ade - Tanah Air Mata

Kunci Gitar Ebiet G. Ade - Tanah Air Mata Chord Pintar

 0
       
*Intro : Am  G  Dm  Am  G  F  E 

  Am 
Ketika dahan dan ranting terhempas
  G                   Am 
Menyelinap seberkas cahaya
Am 
Mendung gelap masih menyelimuti
  G                     Am 
Seluruh gugusan negeri ini

  C         G 
  Maka bergegaslah
Dm  
  Bersama kita
Dm                 Am   G 
  Memulai berbenah diri
    F              E 
  Jelajahi ruang keheningan
    F         E 
  Mengajari kita
F    G          Am  
  Menjadi manusia

*Intro:  G  F  E    

  Am 
Ketika daun dan ranting mulai luruh
   G                       Am 
Bergetarlah jagat di sekeliling
Am 
Satwa liar terusik berhamburan
  G                     Am 
Bayang mentari letih mengintai

  Em Am 
Maka menangislah
      Em                       Am 
Hidup terkadang seperti mata belati
  Em              F 
Menyayat ke semua arah
     Dm          E 
Mengajari kita untuk bijak memilih

*Chorus:
  C       G 
Mengapa kita
  Dm       Am  G 
Saling melukai
F          C 
Sedang seharusnya
   G         Am 
Menyatukan hati

  C       G 
Mengapa kita
   Dm         Am   G-Am 
Saling berkelahi
F             C 
Sedang semestinya
     G                     Am 
Bersatu menyongsong esok hari

   Am 
Percayalah tak ada badai yang kekal
  G                   Am 
Satu saat pastilah berhenti
 Am 
Air mata dari jiwa yang tulus
  G                    Am  
Menyentuh samudra keabadian

  C          G 
  Maka segeralah
Dm 
  Memohon ampun 
Dm                   Am    G 
  Selagi masih punya waktu
      F                  E 
  Mungkin alam tengah mencoba
     F        E 
  Mengajari kita
F    G      Am 
  Menjadi manusia
F   G          Am      G 
  Sesungguhnya manusia
F   G         Am 
  Jadilah manusia
F   G          Am 
  Sesungguhnya manusia

*Outro: F  G  A 





Tentang Lagu "Tanah Air Mata"

Judul : Tanah Air Mata
Penyanyi : Ebiet G. Ade
Pencipta : Ebiet G. Ade
Genre : Pop Balada / Folk
Tahun Rilis : 1979

“Tanah Air Mata” merupakan salah satu karya paling kuat dan emosional dari Ebiet G. Ade. Lagu ini dikenal luas sebagai balada reflektif yang menggambarkan kepedihan, empati, serta keprihatinan terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan. Melalui liriknya yang puitis, lagu ini menghadirkan potret tentang negeri yang dilanda duka, sekaligus menjadi seruan batin untuk merenungkan makna kebersamaan dan kepedulian.

Judul “Tanah Air Mata” sendiri mengandung permainan kata yang mendalam. Istilah “tanah air” yang identik dengan bangsa dan negeri, dipadukan dengan “air mata” yang melambangkan kesedihan. Perpaduan ini menghadirkan makna ganda: cinta pada tanah air yang diliputi kepedihan, serta gambaran tentang negeri yang menangis karena berbagai persoalan. Simbol ini menjadi inti dari pesan yang disampaikan lagu tersebut.

Secara lirik, lagu ini menyuarakan rasa empati terhadap penderitaan yang terjadi di sekitar. Ebiet dikenal sering terinspirasi oleh peristiwa sosial dan bencana kemanusiaan dalam menulis lagu. Dalam “Tanah Air Mata”, ia tidak menyampaikan kritik secara frontal, melainkan melalui metafora dan narasi yang lembut namun tajam. Setiap bait terasa seperti doa sekaligus perenungan tentang tanggung jawab bersama.

Nuansa musiknya mengusung balada dengan aransemen sederhana namun sarat emosi. Gitar akustik menjadi fondasi utama, menciptakan suasana hening yang mendalam. Iringan instrumen tambahan seperti string dan keyboard hadir secara minimalis, berfungsi memperkuat atmosfer tanpa mengalihkan fokus dari lirik. Dinamika lagu dibangun perlahan, mengikuti alur cerita yang semakin emosional menuju bagian reff.

Pada bagian reff, intensitas emosi terasa meningkat. Di sinilah pesan utama lagu ditegaskan kembali, seolah menjadi titik puncak dari perenungan yang dibangun sejak awal. Namun peningkatan tersebut tetap terjaga dalam karakter balada yang elegan, tidak meledak-ledak, melainkan mengalir penuh rasa.

Kekuatan terbesar lagu ini terletak pada interpretasi vokal yang tulus dan penuh penghayatan. Suara Ebiet yang lembut, sedikit bergetar, mampu menyampaikan kesedihan sekaligus harapan. Ia menyanyikan setiap kata dengan kejujuran emosional, membuat pendengar seakan ikut merasakan luka dan doa yang tersirat di dalamnya.

Produksi lagu ini mencerminkan karakter rekaman akhir 1970-an yang hangat dan natural. Pendekatan produksi yang tidak berlebihan membuat suasana terasa intim, seolah pendengar diajak duduk bersama dalam ruang sunyi untuk merenungkan keadaan. Atmosfer ini memperkuat pesan bahwa kesedihan bukan untuk diratapi semata, melainkan untuk dipahami dan diubah menjadi kepedulian.

Secara tematik, “Tanah Air Mata” tidak hanya berbicara tentang kesedihan, tetapi juga tentang harapan. Di balik duka, tersimpan ajakan untuk bangkit dan saling menguatkan. Lagu ini mengingatkan bahwa cinta terhadap tanah air bukan hanya soal kebanggaan, tetapi juga tentang keberanian menghadapi kenyataan dan memperbaikinya bersama.

Dalam perjalanan kariernya, lagu ini menjadi salah satu karya yang mempertegas identitas Ebiet G. Ade sebagai penyanyi balada yang peka terhadap isu kemanusiaan. Ia mampu memadukan puisi, kritik sosial, dan refleksi spiritual dalam satu komposisi yang utuh. “Tanah Air Mata” tidak sekadar lagu, tetapi juga cermin nurani.

Hingga kini, lagu ini tetap relevan dan sering diputar dalam berbagai kesempatan, terutama saat momen refleksi nasional atau peringatan peristiwa kemanusiaan. Pesan yang dibawanya bersifat universal dan lintas generasi. Ia mengajarkan bahwa di tengah kesedihan, selalu ada ruang untuk harapan dan solidaritas.

Secara keseluruhan, “Tanah Air Mata” adalah balada yang menyentuh hati sekaligus menggugah kesadaran. Dengan lirik yang puitis, aransemen yang sederhana, serta vokal yang penuh penghayatan, lagu ini menjadi salah satu karya monumental dalam perjalanan musik Indonesia. Ia mengingatkan kita bahwa mencintai negeri berarti juga berani merasakan dan memahami air matanya.