Ebiet G. Ade - Mimpi Mimpi Yang Kandas

Kunci Gitar Ebiet G. Ade - Mimpi Mimpi Yang Kandas Chord Pintar

 0
       
*Intro: G  Am  G/B  C 
G Am D
G Am G/B C
Anak perawan berkebaya
G Am G/B C
Bersenandung sambil menuai padi
G Am G/B C
Menunggu kembali kekasih oh...
G Am     D
Terlihat dalam sinar matanya rindu

G Am G/B C
Anak jejaka mengembara
G Am G/B C
Langlang buana mencari kesempatan
G Am G/B C
Berkarya berbakti mengabdi oh...
G Am           D G
Bagi Negeri tanah tumpah darah tercinta
Am G/B C
Du du du du du du huu...
G Am       G/B C
Huu... betapa indah
G Am     D
Mimpi-mimpi yang tergambar dibayangan

*Intro: G Am G/B C
      G Am G/B C
G Am G/B C
G Am D
G Am G/B C
Anak perawan terkesima
G Am G/B C
Membaca surat bersampul biru muda
G Am G/B C
Jantung pun seperti terhenti oh...
G Am       D
Bibir terkatup Air mata berlinang woo... oo...

G Am G/B C
Anak jejaka patah arang
G     Am G/B C
Melambung dan terbanting di batu karang
G Am G/B C
Ternyata begitu sulitnya ho...
G Am D   G
Menanggulangi petaka yang beruntun datang


Am G/B C
Du du du du du du huu...
G Am       G/B C
Huu... dia yang gagal
G Am     D G
Meraih mimpi-mimpi yang indah gemerlapan
*Outro: G Am G/B C
       G Am G/B C
      G Am G/B C         G Am D





Tentang Lagu "Mimpi-Mimpi yang Kandas"

Judul : Mimpi-Mimpi yang Kandas
Penyanyi : Ebiet G. Ade
Pencipta : Ebiet G. Ade
Genre : Pop Balada / Folk
Tahun Rilis : 1980-an

"Mimpi-Mimpi yang Kandas" merupakan salah satu karya balada reflektif yang menggambarkan kekecewaan, kegagalan, dan kehilangan harapan dalam balutan lirik yang puitis. Lagu ini memperlihatkan sisi kontemplatif Ebiet dalam memaknai perjalanan hidup, khususnya ketika harapan yang dibangun dengan sungguh-sungguh harus berakhir di tengah jalan.

Lagu ini ditulis sendiri oleh Ebiet G. Ade pada masa produktifnya di era 1980-an, ketika ia banyak menciptakan karya bertema sosial, kemanusiaan, dan refleksi pribadi. Inspirasi lagu ini diyakini lahir dari pengamatan terhadap realitas kehidupan—tentang orang-orang yang berjuang meraih cita-cita namun harus menghadapi kenyataan pahit. Ebiet dikenal sering menyerap kisah nyata dari lingkungan sekitarnya, lalu mengolahnya menjadi puisi yang bernyawa melalui musik.

Proses kreatifnya kerap berlangsung dalam suasana hening dan penuh perenungan. Ebiet tidak menuliskan lagu dengan kemarahan atau penyesalan yang meledak-ledak, melainkan dengan pendekatan yang tenang dan dewasa. Dalam “Mimpi-Mimpi yang Kandas,” kesedihan digambarkan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus diterima dengan lapang dada, bukan sebagai akhir dari segalanya.

Dari sisi aransemen, lagu ini mengusung gaya pop balada dengan sentuhan folk yang kuat. Gitar akustik menjadi fondasi utama, menciptakan suasana intim dan melankolis. Instrumen pendukung seperti keyboard dan string hadir secara bertahap untuk memperkuat emosi pada bagian-bagian tertentu, terutama saat memasuki reff. Aransemen disusun sederhana dan tidak berlebihan agar pesan lirik tetap menjadi fokus utama.

Struktur musiknya berkembang secara gradual. Intro yang lembut membuka ruang refleksi, diikuti bait-bait yang mengalir perlahan. Bagian reff menjadi puncak emosional dengan dinamika yang sedikit meningkat, namun tetap terkendali. Perpindahan antarbagian terasa halus, mencerminkan kematangan dalam komposisi dan produksi.

Vokal Ebiet G. Ade menjadi elemen sentral dalam menyampaikan makna lagu ini. Dengan karakter suara khasnya yang lembut dan penuh penghayatan, ia membawakan setiap lirik dengan ekspresi yang jujur. Tidak ada eksplorasi teknik vokal yang berlebihan; kekuatannya justru terletak pada keintiman penyampaian dan penekanan emosi yang natural. Pendengar seolah diajak masuk ke dalam perenungan pribadi sang penyanyi.

Nuansa produksi lagu ini mencerminkan karakter rekaman era 1980-an yang hangat dan bersih. Pendekatan analog menghasilkan warna suara yang natural, tanpa dominasi efek digital. Atmosfer yang tercipta terasa tenang dan mendalam, selaras dengan tema tentang mimpi yang tidak terwujud.

Secara makna, “Mimpi-Mimpi yang Kandas” berbicara tentang kenyataan bahwa tidak semua harapan dapat tercapai. Namun, lagu ini tidak berhenti pada kesedihan. Di balik kegagalan, tersirat pesan tentang keteguhan dan penerimaan. Ebiet seolah mengajak pendengar untuk melihat kegagalan sebagai bagian dari proses pendewasaan, bukan sebagai akhir dari perjalanan hidup.

Bagi banyak pendengar, lagu ini menjadi cerminan pengalaman pribadi—tentang cita-cita yang tertunda atau harapan yang tak terwujud. Kesederhanaan lirik dan aransemen membuat pesan lagu terasa universal dan mudah dipahami lintas generasi.

Dalam perjalanan kariernya, lagu ini memperkuat identitas Ebiet G. Ade sebagai musisi yang konsisten menghadirkan karya dengan kedalaman rasa dan makna. Ia tidak hanya menulis tentang cinta romantis, tetapi juga tentang dinamika hidup yang lebih luas, termasuk kegagalan dan kehilangan.

Secara keseluruhan, “Mimpi-Mimpi yang Kandas” merupakan representasi kuat dari gaya balada reflektif Ebiet G. Ade. Dengan perpaduan lirik puitis, aransemen sederhana, serta vokal yang penuh penghayatan, lagu ini tetap relevan sebagai pengingat bahwa dalam setiap mimpi yang kandas, selalu ada pelajaran dan kekuatan untuk melangkah kembali.