Ebiet G. Ade - Camelia

Kunci Gitar Ebiet G. Ade - Camelia Chord Pintar

 0
       
*Intro: Am  B  E  Am 
        A  Dm  G  G  C  E  Am  B  Am 
        G  F  Am  G  D  F  E 
 
Am      D 
Dia Camelia
F               E 
Puisi dan pelitamu
Am        G              D           F 
Kau sejuk seperti titik embun membasahi daun jambu
           E         Am      Am  G  F  E 
Di pinggir kali yang bening
 
Dm      C           Bm          E 
Sayap sayapmu kecil lincah berkeping
Am          G 
Seperti burung camar
     F                E 
Terbang mencari tiang sampah
Dm             C            Bm  E 
Tempat berpijak kaki dengan pasti
    Am          G 
Mengarungi nasibmu
     F          E      Am 
Mengikuti arus air berlari
 
*Intro: Dm  Am  Dm  Am  E 
 
Am       D 
Dia Camelia
F              E 
Engkaukah gadis itu
Am          G               D      F      E 
Yang selalu hadir dalam mimpi mimpi di setiap tidurku
Dm       C          Bm               E 
Datang untuk hati yang kering dan sepi
 Am        G        F    E 
Agar bersemi lagi
             Am        G  F  E  Am  G  F  Am 
Hmm... bersemi lagi
 
    C                     G 
Kini datang mengisi hidup
         F           Am 
Ulurkan mesra tanganmu
     C           G 
Bergetaran rasa jiwaku
    F         Am 
Menerima karuniamu
 
    C  G     F    Am 
Camelia oh... Camelia
    C  G     F    Am 
Camelia oh... Camelia 
    C  G        F    Am 
Camelia oh... oh Camelia
 
*Intro: C  G  F  Am  
      C G F Am
      C G F Am       C G Kini datang mengisi hidup F Am Ulurkan mesra tanganmu C G Bergetaran rasa jiwaku F Am Menerima karuniamu C G F Am Camelia oh... Camelia C G F Am Camelia oh... Camelia C G F Am Camelia oh... oh Camelia





Tentang Lagu "Camelia"

Judul : Camelia
Penyanyi : Ebiet G. Ade
Pencipta : Ebiet G. Ade
Genre : Pop Balada / Folk
Tahun Rilis : 1979

“Camelia” merupakan salah satu karya paling ikonik dari Ebiet G. Ade dan menjadi lagu yang melekat kuat dalam perjalanan musiknya. Dirilis pada tahun 1979 dan menjadi bagian dari rangkaian karya bertema “Camelia”, lagu ini menandai periode penting dalam kariernya ketika balada puitis dan reflektif semakin mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia. Nama Camelia sendiri menjadi simbol sosok perempuan yang lembut, misterius, dan membekas dalam ingatan.

Lagu ini menghadirkan kisah tentang pertemuan yang sederhana namun bermakna, tentang seseorang yang hadir dalam hidup lalu meninggalkan jejak mendalam. Camelia bukan sekadar nama, melainkan representasi dari kenangan, ketulusan, dan cinta yang tidak selalu harus dimiliki. Ebiet mengemas kisah ini dengan pendekatan liris yang halus, tanpa dramatisasi berlebihan, sehingga terasa jujur dan menyentuh.

Secara lirik, “Camelia” ditulis dengan bahasa puitis yang menjadi ciri khas Ebiet G. Ade. Ia menggunakan metafora alam dan suasana untuk membangun emosi, menghadirkan gambaran senja, angin, atau langkah kaki yang perlahan menjauh. Pilihan diksi yang sederhana namun sarat makna membuat lagu ini mudah dihayati oleh berbagai kalangan pendengar.

Tema utama lagu ini adalah cinta yang hadir dalam kesunyian dan dikenang dalam keheningan. Ada rasa kagum, ada kelembutan, dan ada penerimaan bahwa tidak semua pertemuan berujung pada kebersamaan. Justru dalam keikhlasan itulah terletak keindahan emosional lagu ini. Ebiet tidak menonjolkan kesedihan yang meledak-ledak, melainkan kesadaran yang tenang.

Dari sisi musikal, “Camelia” mengusung aransemen pop balada dengan sentuhan folk yang kuat. Gitar akustik menjadi fondasi utama, menciptakan atmosfer hangat dan intim. Iringan string dan keyboard hadir secara lembut untuk memperkaya harmoni tanpa mendominasi. Struktur komposisinya dibangun secara bertahap, dari intro yang tenang menuju bagian reff yang lebih emosional namun tetap elegan.

Vokal Ebiet dalam lagu ini menjadi kekuatan utama. Dengan karakter suara yang lembut dan penuh penghayatan, ia menyampaikan setiap kata seolah sedang bercerita secara pribadi kepada pendengar. Ekspresi vokalnya terasa tulus dan tidak dibuat-buat, sehingga pesan emosional lagu dapat tersampaikan dengan kuat.

Produksi rekaman “Camelia” mencerminkan nuansa akhir 1970-an yang natural dan hangat. Minimnya efek digital membuat lagu terasa autentik dan dekat. Pendengar seakan diajak duduk dalam ruang hening, menikmati kisah cinta yang disampaikan secara perlahan dan penuh perasaan.

Menariknya, tema Camelia kemudian berkembang dalam beberapa lagu lanjutan yang masih berkaitan, memperkuat narasi tentang sosok tersebut dalam semesta musikal Ebiet G. Ade. Hal ini menjadikan “Camelia” bukan sekadar satu lagu, tetapi bagian dari kisah yang berkesinambungan dan menjadi ciri khas tersendiri dalam katalog karyanya.

Secara makna, “Camelia” mengajarkan bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki. Ada cinta yang cukup dikenang, cukup disyukuri pernah hadir. Lagu ini menjadi refleksi tentang keindahan dalam kesederhanaan dan ketulusan perasaan yang tidak menuntut balasan.

Hingga kini, “Camelia” tetap menjadi salah satu lagu yang paling dikenal dan sering dibawakan ulang dalam berbagai kesempatan. Karya ini mempertegas posisi Ebiet G. Ade sebagai penyanyi balada yang mampu memadukan puisi, melodi, dan emosi dalam satu kesatuan harmonis. Dengan lirik puitis, aransemen lembut, serta vokal penuh penghayatan, “Camelia” menjadi lagu yang tak lekang oleh waktu dan terus hidup dalam ingatan pendengarnya.