Wali - Kumaha Aing Chord Pintar

Kunci Gitar Wali - Kumaha Aing Chord Pintar

 0
       
 Am 
Cing ciripit
         Am 
Tulang bajing kacapit
        Am 
Kacapit ku bulu pare
       Am 
Bulu pare seuseukeutna... woy...

Am 
Cing ciripit
         Am 
Tulang bajing kacapit
        Am 
Kacapit ku bulu pare
       Am 
Bulu pare seuseukeutna

*Interlude: Am  F  G  Am 

 Am               G 
Aya jalma kolot jiga budak leutik
     F     G       Am 
Nu hirupna kumaha aing
  Am                G 
Salah dibenerkeun bener disalahkeun
    F     G       Am 
Sakabehna kumaha aing

      F 
Mun hirup salawasna
        G          Am 
Sok mangga kumaha aing

*Chorus:
  Am 
 Ulah dzolim ka jalma
  F 
 Aya balasannana
   G                 Am 
 Hirup ulah kumaha aing

   Am 
 Maneh jeung urang sarua
     F 
 Nya sarua jalma..
   G                 Am 
 Hirup ulah kumaha aing

Am 
Cing ciripit
         Am 
Tulang bajing kacapit
        Am 
Kacapit ku bulu pare
       Am 
Bulu pare seuseukeutna, woy

Am 
Cing ciripit
         Am 
Tulang bajing kacapit
        Am 
Kacapit ku bulu pare
       E 
Bulu pare seuseukeutna

  Am 
Budak leutik oge
    G 
Teu kitu kitu teuing
    F    G       Am 
Cik ulah kumaha aing

      F 
Mun hirup salawasna
        G               Am   Am-G 
Sok mangga atuh kumaha aing...

*Interlude: Am  F  G         Am 
                   Kumaha aing
            Am  F  G         Am 
                   Kumaha aing

*Chorus:
  Am 
 Ulah dzolim ka jalma
  F 
 Aya balasannana
   G                 Am 
 Hirup ulah kumaha aing

   Am 
 Maneh jeung urang sarua
     F 
 Nya sarua jalma
   G                 Am 
 Hirup ulah kumaha aing
   G                 Am 
 Hirup ulah kumaha aing 





Tentang Lagu “Kumaha Aing”

Judul : Kumaha Aing
Penyanyi : Wali
Pencipta : Apoy (Wali)
Genre : Pop Melayu / Pop Sunda
Tahun Rilis : 2010-an

“Kumaha Aing” merupakan salah satu lagu dari grup band Wali yang menggunakan bahasa Sunda sebagai media penyampaian pesannya. Lagu ini memperlihatkan bagaimana Wali sering memadukan unsur budaya daerah dengan gaya musik pop Melayu yang ringan dan mudah dinikmati. Dengan lirik yang sederhana namun penuh makna, lagu ini berhasil menyampaikan pesan sosial dengan cara yang santai dan komunikatif.

Judul “Kumaha Aing” berasal dari bahasa Sunda yang secara harfiah dapat diartikan sebagai “terserah saya” atau “sesuka saya”. Dalam konteks lagu ini, ungkapan tersebut menggambarkan sikap seseorang yang egois dan tidak peduli terhadap orang lain. Lagu ini kemudian mengkritik sikap tersebut dengan cara yang ringan namun tetap tajam.

Lagu ini diawali dengan potongan lagu permainan anak Sunda yang terkenal, yaitu “Cing Ciripit”. Penggunaan unsur tradisional tersebut memberikan warna yang unik sekaligus menciptakan kesan akrab bagi pendengar, terutama yang berasal dari budaya Sunda. Perpaduan antara lagu tradisional dan musik pop modern menjadi salah satu daya tarik utama dari lagu ini.

Secara tematik, “Kumaha Aing” berbicara tentang pentingnya sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Lagu ini menggambarkan seseorang yang selalu merasa paling benar, tidak mau mendengarkan orang lain, dan bertindak semaunya sendiri. Melalui liriknya, Wali mengingatkan bahwa sikap seperti itu dapat merugikan orang lain sekaligus merusak hubungan sosial.

Bahasa yang digunakan dalam lagu ini sebagian besar adalah bahasa Sunda yang sederhana dan mudah dipahami. Hal ini membuat pesan lagu terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun menggunakan bahasa daerah, tema yang diangkat bersifat universal sehingga dapat dipahami oleh pendengar dari berbagai latar belakang.

Dari sisi musikal, lagu ini tetap mempertahankan ciri khas Wali dengan aransemen pop Melayu yang ringan. Iringan gitar, keyboard, dan ritme drum yang sederhana menciptakan suasana yang ceria namun tetap memiliki pesan moral. Tempo lagu yang santai membuatnya mudah dinyanyikan dan diingat oleh pendengar.

Vokal Faank sebagai vokalis Wali dibawakan dengan gaya yang ekspresif dan komunikatif. Ia menyanyikan lagu ini dengan nuansa yang santai, seolah sedang bercerita atau menasihati secara langsung. Pendekatan tersebut membuat pesan yang disampaikan terasa lebih natural dan tidak terkesan menggurui.

Makna utama dari “Kumaha Aing” adalah kritik terhadap sikap egois dalam kehidupan sehari-hari. Lagu ini mengingatkan bahwa manusia hidup berdampingan dengan orang lain, sehingga sikap saling menghargai sangat penting untuk menjaga keharmonisan. Ungkapan “kumaha aing” dalam lagu ini justru digunakan sebagai contoh sikap yang sebaiknya dihindari.

Secara keseluruhan, “Kumaha Aing” menunjukkan kemampuan Wali dalam menyampaikan pesan moral melalui musik yang ringan dan menghibur. Dengan memadukan unsur budaya lokal, lirik yang komunikatif, serta aransemen yang sederhana, lagu ini menjadi salah satu karya yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan refleksi tentang sikap dalam kehidupan sosial.

Melalui lagu ini, pendengar diajak untuk menyadari bahwa hidup tidak bisa dijalani dengan sikap egois. Kehidupan yang harmonis hanya dapat tercipta ketika setiap orang mau saling menghargai dan tidak selalu mengutamakan keinginan diri sendiri.