Keisya Levronka - Pelarian

Kunci Gitar Pelarian - Keisya Levronka (Chord Mudah & Lirik Lengkap)

 0
       
*Intro: F  Em  Dm  Em   

*Verse: Am Kau datang saat luka Em Kau pergi saat tawa Dm Aku tempatmu pulang Am Saat dunia tak ramah Am Ku beri seluruh hati Em Tanpa kau meminta Dm Tapi bagimu aku Am Hanya pelarian saja G Em Dm Sadis caramu E Lakukan itu *Chorus: Dm G Bila aku tahu akan seperti ini C G/B Am Takkan mungkin aku berharap semua ini Dm E Am Kau jadikan aku tempatmu berlari A Saat dia sakiti Dm G Namun bodohnya aku tak sadari C G/B Am Bukan hatiku yang ingin kau miliki Dm E Am Tapi ragaku sebagai tempat kau menepi *Interlude: Dm G C G/B Am Dm E Am A *Chorus: Dm G Bila aku tahu akan seperti ini C G/B Am Takkan mungkin aku berharap lagi Dm E Am Kau jadikan aku tempatmu berlari A Saat dia sakiti Dm G Namun bodohnya aku tak sadari C G/B Am Bukan hatiku yang ingin kau miliki Dm E Am Tapi ragaku sebagai tempat kau menepi






Tentang Lagu “Pelarian”

Penyanyi: Keisya Levronka
Album: Rombak
Genre: Pop Ballad / Pop Alternatif
Tanggal Rilis: 24 April 2026
Penulis Lagu: Resa Husin
Produser & Aransemen: Lafa Pratomo
Label: Universal Music Indonesia

Latar Belakang Lagu
“Pelarian” menjadi salah satu lagu emosional dalam album Rombak milik Keisya Levronka. Lagu ini hadir dengan nuansa melankolis yang kuat dan mengangkat tema hubungan tidak sehat yang sering terjadi dalam kehidupan nyata.

Melalui lagu ini, Keisya kembali menunjukkan kekuatannya dalam membawakan lagu-lagu penuh luka dan kerapuhan emosional. Aransemen yang tenang dipadukan dengan lirik yang tajam membuat suasana lagu terasa sangat menyentuh sejak awal.

Makna Lagu
Secara garis besar, “Pelarian” menceritakan tentang seseorang yang menyadari bahwa dirinya hanya dijadikan tempat singgah sementara oleh orang yang dicintainya. Ia selalu dicari saat pasangannya sedang terluka, kesepian, atau membutuhkan sandaran emosional, tetapi ditinggalkan kembali ketika keadaan membaik.

Lirik seperti “kau datang saat luka, kau pergi saat tawa” menggambarkan hubungan yang timpang dan tidak sehat. Tokoh dalam lagu ini memberikan ketulusan sepenuhnya, namun tidak pernah benar-benar dianggap sebagai tujuan akhir dalam hubungan tersebut.

Rasa kecewa dalam lagu ini muncul bukan hanya karena ditinggalkan, tetapi karena kesadaran bahwa seluruh perhatian dan cinta yang diberikan ternyata hanya dimanfaatkan sebagai pelarian dari luka masa lalu.

Seiring berjalannya lagu, muncul fase penerimaan diri. Tokoh utama mulai memahami bahwa terus bertahan dalam hubungan semu hanya akan memperpanjang rasa sakit. Ia akhirnya memilih berhenti berharap demi menjaga dirinya sendiri.

Aransemen dan Karakter Musik
Dari sisi musik, “Pelarian” dibalut dengan nuansa pop ballad yang lembut dan emosional. Sentuhan aransemen dari Lafa Pratomo membuat lagu ini terasa intim, dengan dominasi instrumen piano dan lapisan musik atmosferik yang perlahan membangun suasana sedih.

Vokal Keisya terdengar sangat emosional dan penuh penghayatan. Cara penyampaiannya yang tenang namun rapuh berhasil memperkuat rasa kecewa dan kesepian yang menjadi inti cerita lagu ini.

Meski tidak memiliki tempo besar atau ledakan instrumen berlebihan, kekuatan utama lagu ini justru terletak pada kesederhanaan aransemen yang memberi ruang bagi emosi lirik untuk lebih terasa.

Daya Tarik Lagu
Salah satu hal yang membuat “Pelarian” terasa dekat dengan pendengar adalah tema ceritanya yang realistis. Banyak orang pernah berada dalam posisi menjadi tempat singgah sementara bagi seseorang yang belum selesai dengan luka masa lalunya.

Lagu ini juga memperlihatkan sisi kedewasaan emosional dalam album Rombak. Tidak hanya berbicara tentang kehilangan, tetapi juga tentang keberanian untuk menyadari nilai diri sendiri dan berhenti bertahan dalam hubungan yang tidak sehat.

Kesimpulan
“Pelarian” adalah lagu emosional tentang ketulusan yang tidak dihargai dalam sebuah hubungan. Dengan lirik yang jujur, aransemen lembut, dan vokal penuh penghayatan dari Keisya Levronka, lagu ini berhasil menggambarkan rasa sakit menjadi “tempat singgah” bagi seseorang yang tidak benar-benar menetap.

Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta yang sehat seharusnya hadir dengan kepastian dan ketulusan dua arah, bukan hanya menjadikan seseorang sebagai pelarian saat hati sedang terluka.