Jikustik - Mentari Dikalahkan Malam

Kunci Gitar Mentari Dikalahkan Malam - Jikustik (Chord Mudah & Lirik Lengkap)

 0
       
*Intro: D   

*Verse: C Simpan sedihmu Am Pendam yang dalam Dm F Jalani hidup seperti kemarin G C Am Sebelum hatimu menemukan aku Dm G Sebelum mentari dikalahkan malam Dm F Fm Dikalahkan malam... C G Am G Di dunia ini... F Em Dm G Ada hak yang harus kaurelakan... C G Am G Dan kali ini... F Em Dm G Kau harus merelakan aku... Dm G Usah berpikir Dm G Bertarung melawan takdir *Chorus: C Simpan sedihmu Am Pendam yang dalam Dm G Jalani hidup seperti kemarin C Am Sebelum hatimu menemukan aku Dm G Sebelum mentari dikalahkan malam C Dikalahkan malam
*Bridge: C G Am G Aku percaya... F Em Dm G Ada kekuatan maha dahsyat... C Em Am G Yang nanti akan... F Em Dm G Dm G Pertemukan garis perjodohan... *Chorus: C Simpan sedihmu Am Pendam yang dalam Dm F Jalani hidup seperti kemarin G C Am Sebelum hatimu menemukan aku Dm G Sebelum mentari dikalahkan malam Dm F Dm G F Bb C Dm C Dikalahkan malam...
*Bridge: Dm F G Usah berpikir Dm F G Bertarung melawan takdir *Chorus: D Simpan sedihmu Bm Pendam yang dalam Em A Sebelum mentari dikalahkan malam D Dikalahkan malam D Simpan sedihmu Bm Pendam yang dalam Em A Jalani hidup seperti kemarin D Bm Sebelum hatimu menemukan aku Em A Sebelum mentari dikalahkan malam G Bb Dikalahkan malam... D Dikalahkan malam






Tentang Lagu “Mentari Dikalahkan Malam”
Penyanyi: Jikustik
Pencipta: Pongki Barata
Album: Siang
Tahun Rilis: 2006
Genre: Pop, Pop Akustik

Latar Belakang Lagu
“Mentari Dikalahkan Malam” merupakan salah satu lagu balada dari Jikustik yang dirilis dalam album “Siang” pada tahun 2006. Lagu ini hadir dalam fase matang perjalanan musik Jikustik, di mana mereka semakin kuat dalam menghadirkan lagu-lagu dengan nuansa emosional yang mendalam. Album “Siang” sendiri dikenal sebagai salah satu karya penting mereka, yang juga memuat beberapa lagu populer lainnya. Secara konsep, album ini bahkan menjadi bagian dari rangkaian ide musikal yang kemudian dilanjutkan dalam album “Malam” pada tahun 2008.

Makna Judul
Judul “Mentari Dikalahkan Malam” memiliki makna simbolis yang kuat. Mentari sering diartikan sebagai harapan, kebahagiaan, atau awal yang cerah, sementara malam melambangkan kesedihan, perpisahan, atau kegelapan. Ketika “mentari dikalahkan malam”, hal ini menggambarkan situasi di mana kebahagiaan harus tergantikan oleh kesedihan. Namun, di balik itu, judul ini juga menyiratkan siklus kehidupan—bahwa malam bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses yang suatu saat akan kembali digantikan oleh terang.

Makna Lagu
Lagu ini bercerita tentang sebuah perpisahan dalam hubungan cinta. Namun berbeda dari lagu patah hati pada umumnya yang cenderung penuh penyesalan, “Mentari Dikalahkan Malam” justru membawa pesan yang lebih dewasa dan optimis. Liriknya menggambarkan penerimaan terhadap kenyataan bahwa tidak semua hubungan harus berakhir bersama, dan perpisahan bukan berarti kegagalan.

Ada keyakinan yang tersirat bahwa jika memang berjodoh, dua orang yang berpisah akan dipertemukan kembali di waktu yang tepat. Pesan ini membuat lagu terasa lebih menenangkan, seolah mengajak pendengar untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan dan tetap percaya pada rencana yang lebih baik di masa depan.

Daya Tarik Lagu
Salah satu kekuatan utama lagu ini terletak pada aransemen pop akustik yang sederhana namun efektif. Permainan instrumen yang tidak berlebihan membuat fokus utama tetap berada pada vokal dan lirik. Suara Pongki Barata yang khas terdengar melankolis, namun tetap menyimpan nuansa hangat yang memberi harapan.

Selain itu, lirik yang puitis namun mudah dipahami menjadi nilai tambah. Lagu ini tidak hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga memberikan sudut pandang yang lebih bijak dalam menghadapi perpisahan. Kombinasi antara musik yang tenang dan pesan yang dalam menjadikan lagu ini terasa relevan bagi berbagai kalangan pendengar.

Kesimpulan
“Mentari Dikalahkan Malam” adalah salah satu lagu yang menunjukkan kedewasaan musikal Jikustik dalam mengangkat tema perpisahan. Dengan balutan aransemen yang sederhana, vokal yang kuat, serta pesan yang optimis, lagu ini berhasil menghadirkan emosi yang tidak hanya menyedihkan, tetapi juga menenangkan. Lagu ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap perpisahan, selalu ada harapan yang tersimpan untuk masa depan.