Iwan Fals - Siang Pelataran S.d Sebuah Kampung
Kunci Gitar Siang Pelataran S.d Sebuah Kampung - Iwan Fals (Chord Mudah & Lirik Lengkap)
*Intro: D Am D Am D Am G C G C G C C#m C D G Gsus4 G Gsus4 G Gsus4 G Gsus4 G
*Verse: G C G D G D Sentuhan... angin waktu siang... C G A D D7 Kibarkan satu kain bendera usang... C G Di halaman sekolah dasar C G Di tengah hikmat anak desa A A D Nyanyikan lagu bangsa C G C G Bergemalah... *Interlude: C G C#m C G D Tegap engkau berdiri C G Walau tanpa alas kaki A Lantang suara D Anak anak disana C G Kadar cinta mereka C G Tak terhitung besarnya A Walau tak terucap D Namun bisa kurasa C F Bb Bergemalah *Interlude: Bb C D C G Ya ha ha ha C G Harapan tertanam C G Ya ha ha ha F C Tonggak bangsa ternyata G C G Tak tenggelam... *Chorus: Em D# D C#m Dengarlah nyanyi mereka kawan C G F C G Melengking nyaring menembus awan Em D# D C#m Lihatlah cinta bangsa di dadanya C G F C G Peduli usang kain bendera *Outro: D Am D Am D Am
[Fadeout]
Tentang Lagu “Siang Pelataran S.D. Sebuah Kampung”
Penyanyi: Iwan Fals
Album: Sumbang
Tahun Rilis: 1983
Latar Belakang Lagu
“Siang Pelataran S.D. Sebuah Kampung” merupakan salah satu karya dari Iwan Fals yang dirilis dalam album Sumbang pada tahun 1983. Lagu ini lahir di era ketika Iwan Fals dikenal kuat dengan lirik-lirik sosial yang sederhana namun penuh makna. Melalui lagu ini, ia menghadirkan potret kehidupan anak-anak di pedesaan Indonesia dengan pendekatan yang jujur dan menyentuh, tanpa perlu kata-kata yang berlebihan.
Makna Judul
Judul lagu ini menggambarkan suasana yang sangat spesifik: siang hari di pelataran sebuah sekolah dasar di kampung. Kata “pelataran” memberi kesan ruang terbuka yang sederhana, tempat anak-anak berkumpul. Dari judul saja, pendengar sudah diajak membayangkan suasana panas terik, tanah lapang, dan aktivitas sekolah yang penuh kesederhanaan.
Aransemen & Karakteristik
Secara musikal, lagu ini tetap mempertahankan ciri khas balada dari Iwan Fals, namun dengan sentuhan aransemen yang lebih kaya. Keterlibatan musisi seperti Ian Antono dan Abadi Soesman memberikan warna baru yang lebih matang dalam produksi lagu ini. Meski begitu, nuansa sederhana tetap dijaga agar pesan lagu tidak tenggelam oleh kompleksitas musik.
Makna Lagu
Lagu ini mengangkat tema nasionalisme yang disampaikan dengan cara yang sangat membumi. Diceritakan tentang anak-anak sekolah dasar di sebuah kampung yang menyanyikan lagu kebangsaan di bawah terik matahari. Mereka berdiri dengan penuh khidmat, meskipun dalam kondisi serba terbatas.
Ada kontras yang kuat dalam liriknya—bendera yang sudah usang dan anak-anak yang berdiri tanpa alas kaki. Namun justru di situlah letak kekuatan pesan lagu ini. Iwan Fals ingin menunjukkan bahwa cinta terhadap bangsa tidak ditentukan oleh kemewahan atau fasilitas, melainkan oleh ketulusan hati.
Melalui gambaran sederhana tersebut, lagu ini menyampaikan harapan besar: bahwa masa depan bangsa tetap terjaga selama masih ada generasi muda yang memiliki rasa cinta yang tulus terhadap tanah air.
Daya Tarik Lagu
Daya tarik utama lagu ini terletak pada kesederhanaannya yang jujur. Tanpa metafora yang rumit, Iwan Fals mampu menghadirkan gambaran yang sangat visual dan emosional. Pendengar seakan bisa melihat langsung suasana pelataran sekolah, merasakan panasnya siang hari, dan menyaksikan anak-anak bernyanyi dengan penuh semangat.
Selain itu, pesan nasionalisme yang disampaikan terasa lebih tulus dan tidak menggurui. Hal ini membuat lagu ini tetap relevan didengar hingga sekarang, terutama sebagai pengingat bahwa nilai-nilai cinta tanah air bisa tumbuh dari hal-hal kecil.
Kesimpulan
“Siang Pelataran S.D. Sebuah Kampung” adalah contoh bagaimana Iwan Fals mampu mengangkat tema besar melalui cerita sederhana. Lagu ini bukan hanya sekadar potret kehidupan anak desa, tetapi juga simbol harapan bangsa yang lahir dari ketulusan generasi muda. Dengan lirik yang kuat dan aransemen yang mendukung, lagu ini menjadi salah satu karya yang memiliki makna mendalam dalam perjalanan musik Indonesia.